SORONG –  Jiwa korsa atau rasa keb...

SORONG –  Jiwa korsa atau rasa kebersamaan sebagai tim serta disiplin sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Basarnas menjadi ruh pada pelaksanaan pembaretan di Kantor SAR Sorong, Kamis (22/08/2013) malam. Pembaretan oleh Kepala Kantor SAR Sorong, Mochammad Arifin, SAN, kepada seluruh personilnya, termasuk personil

{READMORE} yang bertugas di Pos SAR Fak Fak dan Pos SAR Raja Ampat serta Anak Buah Kapal (ABK) berlangsung penuh antusias. 

“Tujuan pembaretan ini tidak sekedar untuk melengkapi atribut performa rescuer semata, tetapi juga untuk meningkatkan jiwa korsa, disiplin pegawai, dan profesionalisme kita sebagai insan SAR,” tegas Arifin. 

 

Dengan mengenakan baret Basarnas, lanjut Arifin, identitas para rescuer di lapangan harus selaras dengan kerja tim yang penuh determinasi dan moralitas. Untuk itulah, sebelum upacara penyematan baret khas Basarnas tersebut, seluruh personil melakukan serangkaian kegiatan selama 2 hari, Rabu-Kamis (21-22/08/2013). Materinya meliputi, Peraturan Baris Berbaris (PBB), bela negara, tata upacara militer, cross country atau long march sekitar 20 kilometer dengan rute start di Lapangan Hoky - Pasar Boswesen -Pasar Obor Surya - Kohoin - Pertamina Kuda Laut - Puncak Vihara - Yohan - Mega dan finish di Kantor SAR Sorong Jl Avignam No 115 Klawuyuk Kota Sorong. Kegiatan tersebut melibatkan 4 pelatih dari TNI dan Polri.

 

Cross country yang dilaksanakan dari titik nol Kota Sorong tersebut tidak sekedar jalan biasa. Warming up atau pemanasan yang dilakukan dengan jalan jongkok, push up di selokan Kampung Baru, hingga guling botol sebelum memasuki Kantor SAR Sorong. Yang pasti, seluruh peserta termasuk Kasubsi Potensi, Kaur Umum, dan personil yang sudah lanjut usia mengikuti semua kegiatan itu dengan penuh antusias. 

 

Dalam amanatnya, Kakansar kembali mengingatkan para rescuer Kantor SAR Sorong untuk menjunjung tinggi nilai-nilai professional selama mengenakan baret Basarnas. Para rescuer adalah garda terdepan dalam pelaksanaan operasi SAR. 

“Kalian harus ingat bahwa tugas rescuer memiliki dimensi moral yang tinggi, yakni misi kemanusiaan yang luhur. Pekerjaan kalian tidak hanya berhubungan dengan sesama, yakni menyelamatkan para korban pada musibah maupun pada bencana tetapi juga berhubungan langsung kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, kalian harus bangga menjadi insan SAR!” tegasnya. 

Upacara penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyematan baret serta siram kembang kepada perwakilan peserta oleh Kakansar Sorong. (fat)